Pencemaran air
Manusia
membutuhkan air untuk berbagai keperluan sepeti minum, mencuci, memasak,
bercocok tanam, dan lain-lain. Semakin bertambahnya manusia maka semakin besar
pula kebutuhan akan air. Namun jumlah ketersediaan air bersih semakin menurun
akibat berbagai kegiatan manusia yang menyebabkan penurunan kualitas air. Bahkan
banyak didaerah perkotaan dan pedesaan yang terancam mengalami krisis air
bersih. Kegiatan-kegiatan manusia yang membuang limbah seperti limbah rumah
tangga maupun limbah industri ke sungai tanpa melewati pengolahan tentu akan
mengubah kualitas air. Dengan demikian pencemaran air adalah masuk zat-zat
polutan ke tubuh air seperti sungai, laut, dan air tanah disebabkan oleh
kegiatan manusia sehingga mengubah kualitas air yang dapat membahayakan
oragnisme.
Ciri-ciri air tercemar
Perhatikan gambar dua gelas air berikut ini! bisakah kamu menentukan mana air yang tercemar dan yang tidak tercemar?
Ciri-ciri
air tercemar
Bagaimanakah
ciri-ciri air tercemar? Air yang sudah tercemar memiliki ciri-ciri fisik,
kimia, dan biologi seperti dibawah ini:
Ciri-ciri
Fisika:
1.
Adanya perubahan suhu air
Air biasanya digunakan untuk mendinginkan mesin-mesin dipabrik. Air
pendingin ini akan menjadi hangat karena menyerap panas dari mesin pabrik
kemudian dibuang ke sungai, maka air sungai akan menjadi lebih hangat. Dengan
demikian tumbuhan dan hewan disungai akan terganggu.
2.
Perubahan warna, bau, dan rasa air
Air yang bersih dengan mudah diamati dengan keadaan fisiknya yaitu tidak
berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa. Jika air sudah memiliki warna dan
berbau maka dapat dipastikan bahwa air tersebut sudah tercemar karena adanya
yang zat yang terkandung dalam air.
3.
Adanya endapan
Limbah industri dapat berupa limbah padat yang tidak dapat larut dalam
air. Limbah tersebut akan mengendap didasar air atau melayang-layang didalam
air.
Ciri-ciri
kimia:
1.
Bersifat asam/basa
Air yang bersih umumnya mempunyai sifat netral pH 7. Jika pH dibawah 7 maka air tersebut bersifat asam dan jika lebih dari 7 maka bersifat basa.
Air yang bersih umumnya mempunyai sifat netral pH 7. Jika pH dibawah 7 maka air tersebut bersifat asam dan jika lebih dari 7 maka bersifat basa.
2.
Terdapat zat kimia berbahaya
Zat kimia seperti logam berat dapat berbahaya bagi tubuh manusia. Selain itu zat radioaktif juga berbahaya bagi kesehatan. Radioaktivitas ini ditimbulkan oleh berbagai zat radioaktif. Zat radioaktif yang berasal dari berbagai aktivitas manusia ini sangat mungkin menyebabkan berbagai macam kerusakan biologis apabila tidak ditangani dengan benar. Sehingga apabila terdapat banyak zat radioaktif di suatu air, maka air tersebut sangat beresiko tercemar.
Zat kimia seperti logam berat dapat berbahaya bagi tubuh manusia. Selain itu zat radioaktif juga berbahaya bagi kesehatan. Radioaktivitas ini ditimbulkan oleh berbagai zat radioaktif. Zat radioaktif yang berasal dari berbagai aktivitas manusia ini sangat mungkin menyebabkan berbagai macam kerusakan biologis apabila tidak ditangani dengan benar. Sehingga apabila terdapat banyak zat radioaktif di suatu air, maka air tersebut sangat beresiko tercemar.
Ciri-ciri Biologi
Adanya mikroorganisme
Air yang bagus tidak memiliki kandungan mikroorganisme
didalamnya. Adanya mikroorganisme didalam air dapat menyebabkan berbagai
penyakit contohnya adanya bakteri eschericia
coli dapat menyebabkan sakit perutFaktor-faktor pencemaran air
Gambar : Pembuangan limbah cair oleh industri
Sumber : http://jpicofmindonesia.com
Pencemaran
air dapat terjadi pada sumber mata air, sumur, sungai, rawa-rawa, danau, dan
laut. Bahan pencemar air dapat berasal dari limbah industri, limbah
domestik/rumah tangga, dan limbah pertanian.
1.
Limbah industri
Air limbah industri cenderung mengandung zat-zat berbahaya. Oleh karena
itu, air limbah industri harus diolah terlebih dahulu sehingga zat-zat
berbahaya hilang sebelum dibuang ke sungai. Limbah industri dapat mngandung
limbah organik seperti limbah pabrik kertas dan limbah anorganik berupa zat-zat
kimia seperti asam belerang, zat-zat logam berat (Timbal dan perak), dan zat-zat
kimia lainnya. Selain itu, Limbah industri juga dapat menurunkan kandungan oksigen didalam air sehingga organisme di dalam kekurangan oksigen yang dibutuhkan untuk hidup. oleh karena itu, sungai yang tercemar limbah organisme yang hidup akan menjadi sedikit.
2.
Limbah rumah tangga/domestik
Banyak kegiatan rumah tangga yang menghasilkan limbah cair seperti
kegitan pasar, restoran, rumah makan, tempat cucian, dan sebagainya. limbah
rumah tangga dapat berupa limbah organik dan anorganik. Limbah organik seperti
sisa makanan, kertas, kayu, dan limbah kotoran manusia. Sedangkan limbah
anorganik dapat berupa logam-logam seperti besi, seng, kaca, dan plastik.
3.
Limbah pertanian
Kegiatan pertanian biasanya meggunakan pupuk sintesis maupaun obat-obatan
yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem seperti penggunaan pupuk urea dan
pestisida pembasmi hama. Penggunaan pupuk yang berlebihan misalnya urea selain
dapat merusak struktur tanah juga dapat menyebabkan suburnya ekosistem di
perairan. Pupuk urea yang digunakan dapat terbawa oleh hujan kemudian mengendap
di sungai ataupun rawa. Akibatnya terjadi eutrofikasi yaitu mengendapnya pupuk
urea pada suatu perairan sehingga pertumbuhan alga dan ganggang di permukaan
air menjadi subur dan meningkat pesat. Adanya alga dan ganggang ini mengganggu ekosistem air
karena menutupi sinar matahari yang masuk kedalam air sehingga sinar matahari
tidak dapat masuk ke dalam air. Akibatnya banyak organisme dalam air seperti
ikan menjadi mati.
Dampak pencemaran air
Perhatikan gambar dibawah ini! gambar berikut merupakan dampak pencemaran air.
sumber : http://www.ebiologi.net
Air
limbah yang tidak dikelola dengan baik akan mengakibatkan banyak kerugian bagi
lingkungan, antara lain sebagai berikut:
1.
Penurunan kualitas lingkungan
Pembuangan bahan pencemar air secara langsung tanpa pengolahan dapat
mengganggu keseimbangan ekosistem di perairan tersebut. Limbah tersebut dapat
membunuh organisme yang ada pada perairan tersebut.
2.
Gangguan kesehatan
Air limbah yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan penyakit. Air
limbah dapat mengandung mikroorganisme yang merugikan dan zat-zat kimia yang
mengganggu kesehatan. Air limbah juga
dapat menjadi sarang hewan pemawa penyakit seperti nyamuk dan lalat.
3.
Pemekatan hayati
Bahan beracun itu dapat meresap ke dalam tubuh alga, atau mikroorganisme lainnya.
Selanjutnya, hewan-hewan kecil (zooplankton) akan memakan alga tersebut,
kemudian zooplankton akan dimakan oleh ikan ikan kecil dan ikan besar akan
memakan ikan yang kecil. Apabila ikan-ikan besar tersebut ditangkap oleh manusia
dan dimakan, maka bahan beracun tersebut akan masuk ke dalam tubuh manusia.
Zooplankton yang makan alga tidak hanya satu, tetapi banyak sel alga. Dengan
demikian, zooplankton tersebut sudah mengandung bahan beracun yang banyak.
Demikian juga halnya dengan ikan kecil yang memakan zooplankton, dan ikan besar
akan memakan ikan kecil tidak hanya satu. Makin banyak memakan ikan-ikan kecil,
maka makin banyak bahan pencemar yang masuk ke tubuh ikan besar.
4.
Mengganggu keindahan wilayah
Pembuangan limbah yang sembarangan tentu akan mengubah warna dan bau dari
air sungai. Air sungai akan menjadi berwarna tidak lagi bening dan menjadi
berbau, tentu saja hal ini akan mengganggu pemadangan lingkungan.
5.
Mempercepat kerusakan benda
Air limbah yang dibuang dapat bersifat asam ataupun basa yang bersifat
korosif bagi benda yang terkena air tersebut. Sebagai contoh besi yang terkena
limbah yang bersifat asam akan lebih cepat mengalami perkaratan
Upaya menanggulangi pencemaran air
1.
Pembuatan kolam stabilisasi
Dalam kolam stabilisasi,air limbah diolah secara alamiah untuk
mentralisir zat-zat pencemar sebelum dibuang ke sungai.
2.
Pembuatan IPAL (Instalai Pengolahan Air Limbah)
Pengolahan air limbah ini menggunakan alat-alat khusus. Pengolahan ini dilakukan
melalui tiga tahapan, yaitu Primary treatment (pengolahan pertama), Secondary
treatment (pengolahan kedua), dan tertiary treatment (pengolahan lanjutan).
merupakan pengolahan pertama yang bertujuan untuk memisahkan zat padat dan zat
cair dengan menggunakan flter (saringan) dan bak sedimentasi. merupakan
pengolahan kedua yang bertujuan untuk mengoagulasikan, menghilangkan koloid,
dan menstabilisasikan zat organik dalam limbah. merupakan lanjutan dari
pengolahan kedua, yaitu penghilangan nutrisi atau unsur hara, khususnya nitrat
dan fosfat, serta penambahan klor untuk memusnahkan mikroorganisme patogen.
Gambar : IPAL
Sumber : http://ilmulingkungan.com
3.
Pengelolaan excreta
Excreta yaitu limbah buangan kotoran hewan maupun manusia. Dalam excreta
banyak terdapat bakteri patogen yang menyebabkan penyakit. Pengelolaan dapat dilakukan
dengan menampung dan mengolahnya pada jamban atau septictank yang ada di
sekitar tempat tinggal, dialirkan ke tempat pengelolaan, atau dilakukan secara
kolektif.
4.
Menggunakan pupuk organik dan mengurangi
penggunaan pestisida
Penggunaan
pupuk yang berlebihan dapat menimbulkan eutrofikasi untuk itu penggunaannya
harus dikelola dengan baik agar tidak mencemari lingkungan





0 komentar :
Posting Komentar