WHAT'S NEW?
Loading...

Pencemaran Tanah


Sumber : fadhelmd.blogspot.com

Pencemaran tanah merupakan masuknya bahan-bahan asing baik organik maupun anorganik yang menyebabkan perubahan kualitas tanah menurun sehingga tidak dapat memberikan daya dukung bagi kehidupan. Jika tanah rusak maka tumbuhan-tumbuhan yang hidup diatasnya dan oragnisme yang ada didalam tanah seperti cacing tidak dapat hidup.
A.      Sumber Pencemaran tanah
1.       Limbah domestik
Limbah domestik dapat berasal dari kegiatan rumah tangga yang menghasilkan sampah seperti sampah dari kegiatan memasak, mencuci, ataupun kegiatan rumahan lainnya. Contoh dari limbah ini adalah air cucian sabun, plastik bungkus makanan, dan sisa makanan.
Gambar : Limbah Domestik
Sumber : ilmugeografi.com

2.       Limbah industri
Limbah industri berasal dari kegiatan industri yang menghasilkan limbah. Limbah industri dapat berupa limbah cair dan padat. Limbah cair berupa limbah cair hasil pengolahan suatu proses produksi, tidak jarang limbah ini mengandung bahan kimia yang berbahaya seperti timbal, khrom,arsen dan boron. Sedangkan limbah padat berupa zat padat hasil buangan ndustri contohnya kertas, kain sisa industri pakaian.
Gambar : Limbah Industri
Sumber : pratama-pras.blogspot.com

3.       Limbah pertanian
Limbah pertanian berasal dari sisa-sisa pupuk sintetik untuk menyuburkan tanah. misalnya pupuk urea dan pestisida untuk memberantas hama. Penggunaan pupuk yang terus menerus akan merusak sruktur tanah sehingga lama-kelamaan kesuburan tanah akan berkurang. Penggunaan pestisida bukan hanya mematikan hama tanaman tetapi juga membunuh mikroorganisme dalam tanah yang berguna didalam tanah. Selain itu, penggunaan pestisida secara terus menerus akan membuat hama tanaman menjadi kebal terhadap pestisida tersebut.
Gambar : limbah pupuk pertanian 
Sumber :


B.      Jenis-jenis polutan tanah
Segala bahan ataupun zat yang masuk ke tanah dan menyebabkan perubahan kualitas tanah disebut polutan. Polutan-polutan yang masuk ke dalam tanah dapat dibedakan menjadi polutan yang dapat teruraikan oleh mikroorganisme dalam tanah seperti cacing (biodegredable)  dan tidak dapat teruaikan oleh mikroorganisme atau (nonbiodegredable).
1.       Biodegredable/organik
Biodegredable adalah bahan-bahan yang dapat di uraikan oleh mikroorganisme dalam dalam tanah atau sering kita sebut dengan zat organik. Contoh bahan-bahan ini adalah daun, kertas, dan sayur-sayuran. Jika bahan-bahan ini dimasukkan kedalam tanah maka lama-kelamaan akan hilang. Kemana hilangnya bahan-bahan tersebut? Bahan-bahan tersebut akan diuraikan oleh mikroorganisme tanah seperti cacing. Sampah organik dapat dimanfaatkan sebagai pupuk kompos.


Gambar: sampah organik
Sumber: https://farming.id
2.       Nonbiodegredable/anorganik
Nonbiodegredable adalah bahan-bahan yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme sehingga butuh waktu yang sangat lama untuk menguraikan bahan-bahan tersebut mungkin bisa membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk menguraikan bahan tersebut. Contoh dari bahan nonbiodegredable adalah plastik makanan, botol minuman, dan kaca. Sebagai gambaran sampah plastik akan hancur dalam waktu 240 tahun jika ditimbun dalam tanah, sampah kaleng dari besi atau timah akan ahncur dalam waktu 100 tahun, kaleng yang terbuat dari alumunium akan hancur dalam waktu 500 tahun, dan sampah kaca atau gelas akan hancur dalam waktu 1 juta tahun. Lama sekali bukan? Untuk itu untuk mengurangi sampah anorganik bisa dimanfaatkan menjadi barang dengan cara di daur ulang.


Gambar : Sampah anorganik
Sumber: www.harian7.com

Sedangkan berdasarkan sifat bahan polutan, poltan dapat dibedakan menjadi:
  1. polutan kimia
    Polutan yang berbentuk senyawa kimia baik senyawa sintesis maupu yang alami, yang karena konsentrasinya cukup tinggi sehingga dapat menimbulkan pencemaran. Contohnya : Deterjen, Pupuk urea, Pestisida, Oil, dan bahan bakar minyak.

  2. Polutan Biologis
    Polutan yang berbentuk makhluk hidup yang dapat menimbulkan pencemaran. Contohnya : Bakteri E.Coli, virus, jamur, dan tumbuhan gulma


  3. Polutan fisika
    Polutan yang fisiknya mencemarkan lingkungan seperti kaca, plastik, dan besi. Contohnya: pecahan botol, pecahan keramik, besi tua.

C.      Dampak pencemaran tanah
Pencemaran tana umumnya berupa polutan padat baik organik maupun anorganik. Dampak dari pencemaran tersebut dapat kita rasakan langsung maupun tidak langsung. Dampak langsung yang kita rasakan yaitu bau yang tidak sedap dari sampah organik karena penguraian bahan organik dan pemandangan yang kotor dan kumuh sehingga kita akan merasakan tidak nyaman. Berikut dampak-dampak dari pencemaran tanah.

Dampak pencemaran tanah yang tidak langsung dari pencemaran tanah yaitu munculnya berbagai penyakit akibat timbunan sampah yang dibawa oleh organisme seperti lalat dan nyamuk, gangguan kesehatan akibat bahan-bahan beracun seperti pestisida, herbisida, dan timbal yang dapat masuk ke dalam tubuh.

D.      Penanggulangan pencemaran tanah
1.       Melakukan 3 R ( reduce, reuse, dan recycle)
Gambar : Reduce-Reuse-Recycle
Sumber : Nabilamayafaisa.blogspot.com

      3 R terdiri atas reuse, reduce, dan recycle. Reuse berarti menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama atau yang lainnya. Reduce artinya mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah. Sedangkan recycle berarti mengolah kembali (daur ulang) sampah menjadi barang atau produk yang baru yang dapat dimanfaatkan. Berikut contoh kegiatan 3 R:
            Kegiatan yang berupa reduce;
·         Menggunakan tas yang tidak sekali pakai saat belanja
·         Menggunakan produk yang dapat diisi ulang. Sebagai menggunakan botol air minum yang dapat di isi ulang
·         Menggunakan kertas dua muka untuk menulis
·         Menggunakan e-mail untuk berkirim surat
Kegiatan yang berupa reuse
·         Menggunakan kertas bekas yang masih digunakan untuk menulis
·         Menggunakan wadah atau kantong yang dapat digunakan berkali-kali
Kegiatan yang berupa recycle
·         Mengolah sampah kertas menjadi karton
·         Mengolah botol ataupun kaleng menjadi tempat pencil atau celengan
·         Mengolah sampah plastik menjadi tas
·         Mengolah sampah organik menjadi kompos

2.   Pembuatan pupuk kompos
 Kompos merupakan pupuk yang dibuat dari sisa-sisa makhluk hidup baik hewan maupun tumbuhan yang dibusukkan oleh organisme pengurai. Organisme pengurai atau dekomposer bisa berupa mikroorganisme (bakteri) ataupun makroorganisme (cacing). Pupuk kompos berfungsi sebagai sumber zat hara dan media tumbuh bagi tumbuhan.

Gambar : Proses Pengomposan oleh Cacing

3.   Melakukan bioremediasi tanah yang tercemar
Bioremediasi adalah proses pembersihan tanah dengan menggunakan mikroorganisme (jamur ataupun bakteri). Bioremediasi bertujuan untuk memecah atau mendegradasi zat pencemar menjadi zat yang kurang beracun. Salah satu mikroorganisme yang dapat digunakan untuk bioremediasi adalah jamur vesikular arbuskular mikoriza(vam). Jamur tersebut dapat menyerap unsur logam dari tanah yang tercemar.

0 komentar :

Posting Komentar