Pencemaran udara
Udara
dibumi tersusun atas sejumlah unsur dengan komposisi tertentu. Unsur-unsur
tersebut diantaranya adalah Nitrogen (78,09 %), Oksigen (21,94%),
karbondioksida (0,0032%), dan lain-lain. Jika ke dalam udara tersebut masuk
atau dimasukkan zat asing yang mengubah komposisi unsur dalam normal maka dapat
dikatakan bahwa udara tersebut telah tercemar. Keadaan ini bisa menyebabkan
kualitas udara menurun dan dampak yang paling terasa adalah terganggunya kesehatan
manusia dan juga kehidupan makhluk lainnya. Karena itulah masalah ini harus
segera ditanggulangi agar efeknya tidak semakin meluas dan bumi bebas dari
ancaman polutan. Aktivitas manusia yang tidak terkontrol lah yang menjadi
penyumbang terbesar penyebab pencemaran udara. Bahan-bahan polutan yang dapat
mencemari udara adalah Karbon monoksida (CO), Nitrogen Oksida (NOx),
Belerang Oksida (SOx), Hidrokarbon (HC), partikel debu, asap, dan
lain-lain. Zat-zat tersebut dihasilkan dari berbagai aktivitas manusia seperti
pembakaran bahan bakar pada mesin-mesin sepeda motor ataupun industri, merokok,
dan membakar sampah. Hasil samping dari pembakaran tersebut adalah senyawa
karbon ( CO2 dan CO).
Faktor penyebab pencemaran udara
Beberapa kegiatan dari manusia ataupun alam dapat menghasilkan senyawa-senyawa yang membuat udara tercemar. Berikut ini adalah penyebab pencemaran udara
Gambar : Penyebab pencemaran udara
Sumber : blog-ruangguru.com
1.
Aktivitas alam
Aktivitas alam dapat menimbulkan pencemaran udara diatmosfer.
Kotoran-kotoran yang dihasilkan oleh hewan ternak dapat menghasilkan senyawa
metana yang dapat meningkatkan suhu bumi dan akibatnya pemanasan global. Selain
itu, aktivitas gunung berapi seperti meletusnya gunung dapat menghasilkan
berbagai senyawa seperti belerang, karbon, dan abu vulkanik yang berbahaya bagi
manusia dan tanaman.
2.
Aktivitas manusia
Kegiatan-kegiatan manusia dapat menghasilkan senyawa-senyawa yang
berbahaya bagi lingkungan sekitarnya. Berikut beberapa kegiatan manusia yang
dapat menimbulkan pencemaran:
a.
Aktivitas pembakaran
Pembakaran sampah dapat mengakibatkan pencemaran udara karena mengahasilkan
gas CO2 di atmsfer. Gas CO2
di atmosfer yang melebihi batas normal akan menyebabkan pemanasan global
sehingga dapat menyebabkan mencairnya es di kutub, tenggelamnya pulan, dan
perubahan iklim dibumi. Gas CO2 ini juga dapat dihasilkan dari
aktivitas pembakaran lainnya seperti pembakaran batu bara pada pembangkit
listrik dan kebakaran hutan.
b.
Alat transportasi
Zaman sekarang semakin banyak jumlah alat transportasi yang menggunakan
bahan bakar minyak sebagai sumber tenaga penggeraknya. Volume kendaraan
bermotor terus bertambah setiap tahunnya. Banyaknya kendaraan bermotor
berbanding lurus dengan banyaknya asap yang dihasilkan oleh pembakaran
kendaraan bermotor. Asap kendaraan bermotor mengandung gas karbondioksida (CO2),
karbonmonoksida (CO), dan logam berat seperti timbal (Pb) yang berbahaya bagi
kesehatan manusia.
c.
Aktivitas industri
Di era modern ini banyak sekali pabrik atau industri yang berdiri di
setiap sudut kota. Cerobong – cerobong asap pabrik berdiri kokoh mengepulkan
asap sisa pembakaran setiap harinya. Beberapa industri menghasilkan polutan
yang sangat berbahaya, diantaranya adalah industi pembuatan plastik, semen,
alumunium, baja dan industri kimia sejenisnya. Karbonmonoksida (CO),
karbondioksida (CO2), Hidokarbon (HC), Sulfuroksida (SOx),
niktrogenoksida (NOx), dan senyawa organik merupakan polutan yang
biasa dihasilkan oleh pabrik yang akan mempercepat proses terjadinya efek rumah
kaca dan hujan asam
d.
Timbunan sampah
Timbunan sampah dapat menyebabkan berbagai masalah bagi kehidupan kita,
baik secara langsung maupun tidak langsung. Sebagian besar penduduk perkotaan
membuang sampah rumah tangga mereka ke tempat pembuangan akhir atau TPA. Sampah
yang mengunung di tak jarang TPA membuat daerah sekitarnya menjadi tidak nyaman
karena pencemaran udara yang ditimbulkannya. Sampah-sampah organik akan
membusuk dan menghasilkan bau tidak sedap karena gas metana.
e.
Penggunaan AC dan pewangi semprot
Pendingin ruang (AC) dan alat semprot seperti pewangi dan cat semprot
dapat memiliki kandungan CFC di dalamnya. Gas CFC ini dapat menipiskan ozon
yang melindungi bumi. CFC akan mengurai ozon menjadi oksigen dan sebuah oksigen
bebas radikal yang menimbulkan suatu lapisan oksigen sehingga lapisan ozon
menjadi semakin tipis yang mudah tertembus sinar ultraviolet dari matahari.
Dampak pencemaran udara
1.
Kesehatan
Pencemaran udara memiliki dampak buruk bagi kesehatan manusia dan
lingkungan seperti tumbuhan, hewan, dan bangunan. Udara yang kotor dapat
membawa senyawa-senyawa yang tidak baik bagi kesehatan. Pengendapam logam yang
terlarut dalam udara dapat mengendap pada paru-paru dan menimbulkan iritasi.
Berikut dampak pencemaran udara bagi kesehatan manusia:
No.
|
Unsur Pencemar
|
Dampak bagi manusia
|
1
|
Karbon Monoksida (CO)
|
Pusing, sakit kepala, mual, serangan jantung,
penglihatan kabur, pingsan, lemas
|
2
|
Karbon Dioksida (COx)
|
Pertukaran Oksigen dalam darah tergannggu
|
3
|
Sulfur Dioksida (SOx)
|
Iritasi mata, iritasi saluran pernafasan, gejala
penyakit jantung
|
4
|
Nitrogen Oksida (NOx)
|
Iritasi mata, kejang-kejang, kelumpuhan, sulit
bernafasa, kanker paru-paru
|
5
|
Hidrokarbon (HC)
|
Iritasi mata iritasi tenggorokan, pusing, mual
|
6
|
Timbal (Pb)
|
Kekurangan darah, gangguan sistem syaraf dan otak,
kelainan bayi dalam kandungan
|
7
|
Partikel debu dan asap
|
Penyakit saluran pernafasan seperti asma
|
2.
Hujan asam
Abu vulkanik dari meletusnya gunung berapu membuat udara tercemar dan
memicu terjadinya hujam asam. Hujam asam adalah hujan yang memiliki pH di bawah
5.4 sehingga bersifat asam. Hujam asam terjadi akibat senyawa Sulfur Dioksida
(SOx) dan Nitrogen Oksida (NOx) yang bereaksi dengan
oksigen dan uap air. Kondisi asam ini dapat mematikan tanaman dan merusak
bangunan seperti candi. Berikut proses terjadinya hujan asam:
1)
Aktivitas industri menghasilkan polutan gas Sulfur
Dioksida (SOx) dan Nitrogen Oksida (NOx). Selain dari
aktivias industri, senyawa ini juga dapat dihasilkan dari aktivitas gunung
berapi.
2) Senyawa Sulfur Dioksida (SOx) dan
Nitrogen Oksida (NOx) di
atmosfer bereaksi dengan uap air. Reaksinya sebagai berikut
H2O (uap air) + SOx (sulfur dioksida) à H2SO4
(asam sulfida)
H2O (uap air) + NOx (sulfur dioksida) à HNO3 (asam
nitrat)
Asam sulfida (H2SO4 ) dan asam nitrat (HNO3) ini
menyebabkan air hujan bersifat asam sehingga dapat bersifat korosif. Umumnya pH hujan asam yaitu kurang dari 5
3)
Uap air yang bersifat asam ini kemudian jatuh
dibumi sehingga merusak benda-benda seperti bangunan dan merusak tanaman.
3.
Efek rumah kaca
Konsentrasi karbon dioksida dan karbon monoksida yang tinggi di atmosfer
akan memicu efek rumah kaca, yakni peningkatan suhu bumi. Gas-gas rumah kaca (
CO2 dan CO ) yang dihasilkan dari pembakaran sampah, mesin sepeda
motor, dan mesin industri akan membentuk lapisan yang memerangkap bumi sehingga
panas matahari yang masuk ke dalam bumi tidak bisa keluar karena tertahan oleh
lapisan gas rumah kaca. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut:
1)
Sinar matahari yang menyinari bumi masuk ke bumi menembus asmotfer bumi
2)
Sinar matahari di serap oleh bumi untuk menghangatkan bumi. Sebagian sinar matahri dipantulkan kembali ke atmosfer
3)
PSinar matahari yang di pantulkan terperangkap oleh lapisan gas CO, CO2, dan CH3 sehingga panas tidak bisa menembus lapisan atmosfer bumi akibatnya bumi akan semakin panas. Oleh karena itu lama kelamaan bumi semakin panas sehingga menyebabkan mencairnya es dikutub, meningkatnya permukaan air laut, perubahan iklim, dan tenggelamnya daratan.
4.
Penipisan lapisan ozon
Senyawa CFC merupakan senyawa yang sering digunakan dalam produk-produk pendingin
(freezer dan AC) dan aerosol. Ketika senyawa CFC terurai di atmosfer maka akan
memicu reaksi dengan ozon (O3). Dengan demikian lapisan ozon akan
terurai dan lama-kelamaan akan berlubang. Padahal lapisan ozon berfungsi untuk
melindungi bumi dari sinar matahari yang mengandung sinar UV yang dapat memicu
kanker.
Upaya menanggulangi dampak pencemaran udara
Pencemaran
udara tidak bisa dihilangkan sama sekali, tapi hanya bisa dikurangi atau
dikendalikan. Manusia bisa menyebabkan pencemaran udara, tetapi bisa juga
berperan dalam pengendalian pencemaran udara ini. Adapun cara mengurangi polusi
udara di lingkungan sekitar kita adalah sebagai berikut :
1.
Reboisasi
Reboisasi yaitu penanaman kembali hutan yang gundul. Reboisasi bisa
mengurangi polusi udara yang disebabkan oleh karbon dioksida (CO2).
Tumbuhan akan menyerap CO2 untuk fotosintesis sehingga kadar CO2
akan berkurang sedangkan kadar O2 akan meningkat.
Gambar : kegiatan reboisasi
Sumber : dlh.semarang.go.id
2.
Menggunakan kendaraan umum
Menggunakan sarana transportasi umum merupakan salah satu cara yang tepat
untuk mengurangi polusi udara. Lebih baik menggunakan bus atau kereta. Walaupun
kendaraan umum juga sama-sama mengeluarkan gas emisi, namun kendaraan umum bisa
menampung banyak orang ketimbang menggunakan mobil pribadi. Jika kita
menggunaan kendaraan pribadi maka akan lebih banyak dihasilkan zat-zat
pencemaran yang dihasilkan oleh mesin kendaraan. selain itu pemakaian kendaraan ramah lingkunga juga dapat menurunkan produksi gas rumah kaca karena kendaraan ramah lingkungan seperti kendaraan listrik tidak menimbulkan gas-gas polutan yang dapat mencemari lingkungan.
Gambar: Kendaraan ramah lingkungan
Sumber: https://www.klcbs.net
3.
Menggunakan energi ramah lingkungan
Berkat teknologi, saat ini telah ditemukan beberapa inovasi yang bisa
mengurangi pencemaran udara. Dengan inovasi ini, bisa ditemukan beberapa energi
alternatif. Dengan teknologi ini, kita tidak perlu lagi bergantung pada energi
yang bisa menghasilkan zat-zat polutan seperti bahan bakar fosil. Energi
alternatif ini berupa energi panas bumi (geothermal), energi angin, energi
biomassa, dan energi surya. Beberapa menyebut energi alternatif ini sebagai
green power karena sifatnya yang bisa diperbarui dan tidak melindungi segala
proses alami yang terjadi di muka bumi. Contoh dari energi alternatif ini
seperti sel surya untuk menghasilkan listrik dan mobil listrik.
Gambar : Panel surya dan PLT Bayu
Sumber : liputan6.com
4.
Hindari merokok
Merokok
selain berbahaya untuk keseatan kita juga dapat menyebabkan polusi udara. Asap yang
dihasilkan karena merokok selain mengganggu orang yang ada disekitar kita juga
daat menyebabkan polusi udara. Banyak zat yang terkandung dalam asap rokok yang
menyebabkan efek negatif bagi lingkungan seperti nikotin, TAR, dan
karbondioksida (CO2).






0 komentar :
Posting Komentar